Tuesday, 12 April 2016

APA MAU MEREKA TERHADAP PERAWAT..??

APA MAU MEREKA TERHADAP PERAWAT?

1. Diberi mata kuliah farmasi dan famakologi, tetapi tidak boleh mengobati
2. Diajari anatomi patofisiologi dan patologi, tetapi tidak boleh menentukan diagnosa penyakit
3. Kuliah mati-matian tentang perbedaan sehat dan sakit, namun tdk boleh memberi surat keterangan
4. Bahkan orang awam pun tahu sudah jelas patah tulang, perawat juga dilarang menentukan
5. Pak Modin di desa saja tahu bahwa seseorang itu mati, perawat malah dilarang menyatakan
6. Sudah jelas bahwa suatu kasus bukan kewenangan perawat, eh...giliran perawat merujuk, tidak dihargai dengan alasan kurang kompetensinya
7. Sudah susah payah 4-5 tahun kuliah, berijazah dan berprofesi, masih pula dianggap belum sejajar
8. Padahal yang menerima, melayani, hingga mengurusi kepulangan apabila dirawat, namanya perawat tidak boleh tertulis sebagai penanggungjawab
9. Sudah kerja banting tulang, pagi siang malam, gaji masih juga disamakan kayak Satpam.
10. Meski mereka yang tidak kuliah saja bisa buka praktik bikin gigi, pijat refleksi, akupuntur, spa dan kecantikan, giliran perawat profesional yang buka praktik, bukan main ribet prosedurnya. Penolakan muncul dari mana-mana.

Saudara.... sebenarnya apa kemauan mereka terhadap perawat?
Hidup memang tidak ada yang mudah. Perawat lahir dan diciptakan bagi orang-orang yang kuat, hebat serta nekad.

Sumber : gustaf guapo

Wednesday, 25 November 2015

Contoh Askep Kondom

http://asmanurs3.blogspot.co.id/BAB I
KONSEP MEDIS

1.    Pengertian

Kondom adalah alat kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan atau penularan penyakit kelamin pada saat bersengama yang biasanya dibuat dari karet latex dan dipakaikan pada kelamin pria atau wanita pada keadaan ereksi sebelum bersenggama.

Prinsip kerja kondom dalam mencegah kehamilan adalah dengan mengahalangi cairan sperma masuk kedalam liang vagina.

Kondom dibuat dari karet yang sangat tipis dan relatif kuat yang digunakan dengan cara menutupi atau membungkus  penis agar sperma yang keluar tidak tumpah ke dalam vagina. Kondom dibuat setipis mungkin agar tidak terlalu mengganggu persenggamaan. Secara teoritis kondom juga dibuat sangat kuat, sehingga tidak akan koyak oleh gesekan penis atau ejakulasi. Selain itu, penis juga dilengkapi dengan jenis cairan pelumas untuk memudahkan dalam pemakaiannya. Kalau diamati, pada ujung kondom terdapat sebuah kantung kecil yang meyerupai putting susu. Gunanya adalah untuk menampung sperma yang keluar.

Menengok sejarah kondom, ternyata kondom telah dipakai oleh orang mesir kuno sejak 1000 SM, pada saat itu bahan yang digunakan adalah Linen. Sedangkan didaratan eropa, kondom telah dipakai sejak tahun 100-200 masehi, dengan ditemukannya lukisan di gua Combrelles, Prancis.

2.    Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari kondom antara lain :
1.    Mudah dipakai
2.    Mudah didapat
3.    Tidak memerluka pengawasan mendis
4.    Dapat mencegah penularan penyakit kelamin
5.    Efek samping hampir tidak ada
6.    Membantu mencegah kanker leher rahim
7.    Dapat digunakan sebagai penangkal virus HIV

Adapun kekurangan dari alat ini antara lain :
1.    Ada yang beranggapan bahwa kondom dapat mengurangi tingkat kepuasan
2.    Dapat terjadi reaksi hipersensitivitas
3.    Penis harus harus dicabut dari vagina segera setelah terjadi ejakulasi untuk mencegah tumpahya sperma ke dalam vagina
4.    Tidak praktis karena harus selalu diganti jika ingin berhubungan seksual
5.    Agak repot pengguanaannya.
6.    Sulit dipasarkan pada manyarakat berpendidikan rendah.

3.    Cara Penggunaan

Cara penggunaan kondom ini amatlah mudah dan sederhana. Pertama-tama, setelah kemasan dibuka akan ditemukan gulungan karet yang menyerupai karet gelang. Lalu bagian dari ujung kondom yang menyerupai putting susu dipencet untuk mengeuarkan udara. Hal ini perlu diperhatikan sebab bila masih ada sisa udara dikhawatirkan kondom akan pecah disaat cairan mani menyemprot ke luar. Segera setelah ereksi, sarungkanlah dengan membuka gulungan kondom sampai ke pangkal penis. Setelah melakukan senggama, penis harus segera dikeluarkan. Ini dimaksudkan agar penis tidak mengecil didalam vagina yang dapat menyebabkan tumpahnya cairan sperma kedalam vagina.

Cara mengeluarkan penis yang bersarung kondom ini juga harus hati-hati. Caranya yaitu dengan memegang bagian pangkal kondom agar cairan sperma tidak tumpah.

4.    Bahan Pembuat Kondom

Kondom terbuat dari bahan latex dan polyurethane. Perbedaannya adalah kondom berbahan polyurethane lebih tipis dan nyaman dan jarang sekali terjadi reaksi alergi. Tetapi, dibandingkan dengan kondom latex, bahan ini kurang elastis dan harganya mahal. Kondom latex juga terbukti dapat mencegah penyakit akibat hubungan seksual.

5.    Kondom Wanita

Kondom wanita merupakan suatu metode kontrasepsi yang terbuat dari lembaran latex atau polyurethane berlubikasi disertai nonoxilong. Kondom wanita menutupi vulva, vagina dan serviks. Kegunaanya kurang lebih sama dengan kondom pria. Tapi, dibandingkan dengan kondom pria, kondom wanita memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
1.    Dengan menggunakan kondom ini, otomatis wanita bisa menjadi pemegang kendali dalam penggunaan alat kontrasepsi.
2.    Pasangan dapat lebih menikmati aktivitas seksualnya
3.    Lebih tahan robek
4.    Dapat dipakai kapan saja termasuk saat datang bulan.

 Tetapi disamping itu pasti ada kekurangan dari kondom wanita ini, yaitu :
1.    Relatif lebih mahal dibandingkan dengan kondom pria
2.    Perlu keterampilan khusus untuk dapat memakainya
BAB II
KONSEP KEPERAWATAN

1.    Pengkajian
  
a.    Pengumpulan data

-    Klien mengatakan bahwa ia kurang menikmati aktivitas seksualnya jika menggunakan kondom
-    Klien bertanya tentang kelebihan dan kekurangan menggunakan kondom
-    Klien mengatakan bahwa ia enggan melakkukan hubungan seksual jika menggunakan kondom
-    Tampak penurunan keharmonisan hubungan klien dengan pasangannya
-    Klien terlihat sering bertanya kepada perawat

b.    Klasifikasi data
2.     Diagnosa Keperawatan

1.    Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan penggunaan alat kontasepsi pengunaan kondom
Ditandai dengan :
DS :
a.    Klien mengatakan bahwa ia kurang menikmati aktivitas seksualnya jika menggunakan kondom
b.    Klien mengatakan bahwa ia enggan melakkukan hubungan seksual jika menggunakan kondom
DO :
Tampak penurunan keharmonisan hubungan klien dengan pasangannya

2.    Resiko alergi berhubungan dengan hipersensitivitas

3.    Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi
Ditandai dengan :
DS :
Klien bertanya tentang kelebihan dan kelemahan menggunakan kondom
DO :
Klien terlihat sering bertanya terutama kepada perawat


3.    Intervensi Keperawatan

Diagnosa 1
Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan pengunaan alat kontrasepsi kondom
Tujuan :
Klien mengungkapkan kepuasannya dalam berhubungan seksual
Kriteria :
1.    Peningkatan keharmonisan hubungan klien degan pasangannya
2.    Peningkatan kepuasan aktivitas seksual klien
Intervensi
1.    Kaji tingkat kepuasan klien dalam berhubungan seksual
R/ : Indikator perubahan pola
2.    Kaji riwayat seksual
R/ : Patokan pergeseran pola seksual klien
3.    Identifikasi faktor penyebab ketidakpuasan
R/ : Pegangan dalam penentuan tindakan yang diharapkan tepat guna
4.    Gali hubungan antara klien dengan pasangannya
R/ : Mengidentifikasi dampak perubahan pola bagi hubungan pasangan
5.    Dorong klien untuk mengungkapkan hal apa yang ingin dilakukannya untuk meningkatkan kepuasannya
R/ : Meningkatkan peran aktif klien
6.    Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas bersama pasangannya
R/ : Menjaga hubungan klien dengan pasangannya
7.    Lakukan penyuluhan kesehatan
R/ : Membantu menambah tingkat kepuasan klien

Diagnosa 2
Resiko alergi berhubungan dengan hipersensitivitas
Tujuan :
Klien terhindar dari kondisi alergi yang parah
Kriteria :
Tidak ada gatal, kemerahan ataupun tanda-tanda hipersensitivitas lainnya yang berlangsung dalam waktu lama
Intervensi :
1.    Kaji riwayat alergi
R/ : Riwayat alergi sebelumnya dapat menjadi indikasi tidak digunakannya bahan yang sama
2.    Kaji kondisi kulit klien terutama disekitar penis
R/ : Gatal, kemerahan, dsb dapat menjadi tanda awal hipersensitivitas
3.    Anjurkan kepada klien untuk menghetikan peggunaan kondom jika terdapat tanda-tanda hipersensitivitas
R/ : Penggunaan berkelanjutan dapat memperparah keadaan hipersensitivitas
4.    Rujuk pada dokter ahli
R/ : Melalui doker ahli dapat dilakukan penentuan jenis kondom ataupun alat kontrasepsi yang tepat

Diagnosa 3
Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi
Tujuan :
Klien mengetahui kelebihan dan kelemahan menggunakan kondom
Kriteria :
Klien mampu menjelaskan kelebihan dan kelemahan menggunakan alat kontrasepsi kondom
Intervensi :
1.    Kaji tingkat pengetahuan klien
R/ : Indikator tingkat pemahaman klien
2.    Beri dorongan kepada klien untuk mengajukan pertanyaan seputar hal yang tidak dimengerti oleh klien
R/ : Meningkatkan rasa ingin tahu dan ketertarikan klien
3.    Beri penjelasan mengenai hal-hal yang tidak dimengerti kepada klien
R/ : Meningkatkan pemahaman klien

DAFTAR PUSTAKA

Adelle, Pilliteri. 2002. Buku Saku Keperawatan Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta : EGC
Bebekjantan. 2009. Pengertian Kondom. bebekjantan.wordpress.com
Berlianto, Andry. 2008. Kondom Wanita. www.mail-archive.com
Capernito, Lynda Juall. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta : EGC
Julie. 2009. Memilih Alat Kotrasepsi. julie. blogdetik.com
Kluthux, Sepur. 2009. Kondom Alat Kontrasepsi. sepurkluthux.blogspot.com
Manuaba, Bagus Ida Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta : EGC
            . 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : EGC
PT. Globalinter Netura. 2003. Alat Kontrasepsi. www.yakita.or.id

Sunday, 22 November 2015

Asuhan Keperawatan Pada Gastritis

http://asmanurs3.blogspot.co.id/1.    Asuhan Keperawatan Pada Gastritis
A. Pengkajian
 Anamnesa meliputi :
1.    Identitas Pasien
1.    Nama
2.    Usia
3.    Jenis kelamin  : tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin
4.    Jenis pekerjaan : tidak dipengaruhi jenis pekerjaan
5.    Alamat
6.    Suku/bangsa
7.    agama       
8.    Tingkat pendidikan  : bagi orang yang tingkat pendidikan rendah/minim mendapatkan pengetahuan tentang gastritis, maka akan menganggap remeh penyakit ini, bahkan hanya menganggap gastritis sebagai sakit perut biasa dan akan memakan makanan yang dapat menimbulkan serta memperparah penyakit ini.
9.    Riwayat sakit dan kesehatan
1.    Keluhan utama
2.    Riwayat penyakit saat ini
3.    Riwayat  penyakit  dahulu

2.      Pemeriksaan fisik : Review of System
1.    B 1 (breath)        : takhipnea
2.    B 2 (blood)        : takikardi, hipotensi, disritmia, nadi perifer lemah, pengisian perifer lambat, warna kulit pucat.
3.    B 3 (brain)          :sakit kepala, kelemahan, tingkat kesadaran dapat terganggu, disorientasi, nyeri epigastrum.  
4.    B 4 (bladder)     : oliguri, gangguan keseimbangan cairan.
5.    B 5 (bowel)        : anemia, anorexia,mual, muntah, nyeri ulu hati, tidak toleran terhadap makanan pedas.
6.    B 6 (bone)          : kelelahan, kelemahan
3.  Pemeriksaan Diagnostik
a. Pemeriksaan darah
    Tes ini digunakan untuk memeriksa apakah terdapat H. Pylori dalam darah. Hasil tes yang positif menunujukkan bahwa pasien pernah kontak dengan bakteri pada suatu waktu dalam hidupnya tapi itu tidak menunjukkan bahwa pasien tersebut terkena infeksi. Tes darah dapat juga dilakukan untuk memeriksa anemia yang terjadi akibat perdarahan lambung karena gastritis.
b. Uji napas urea
    Suatu metode diagnostik berdasarkan prinsip bahwa urea diubah oleh urease H. Pylori dalam lambung menjadi amoniak dan karbondioksida (CO2). CO2 cepat diabsorbsi melalui dinding lambung dan dapat terdeteksi dalam udara ekspirasi.
c. Pemeriksaan feces
    Tes ini memeriksa apakah terdapat bakteri H. Pylori dalam feses atau tidak. Hasil yang positif dapat mengindikasikan terjadinya infeksi. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap adanya darah dalam feses. Hal ini menunjukkan adanya pendarahan dalam lambung.
d. Endoskopi saluran cerna bagian atas
    Dengan tes ini dapat terlihat adanya ketidaknormalan pada saluran cerna bagian atas yang mungkin tidak terlihat dari sinar-x. Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan sebuah selang kecil yang fleksibel(endoskop) melalui mulut dan masuk ke dalam esofagus, lambung dan bagian atas usus kecil. Tenggorokan akan terlebih dahulu dianestesi sebelum endoskop dimasukkan untuk memastikan pasien merasa nyaman menjalani tes ini. Jika ada jaringan dalam saluran cerna yang terlihat mencurigakan, dokter akan mengambil sedikit sampel(biopsy) dari jaringan tersebut. Sampel itu kemudian akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Tes ini memakan waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit. Pasien biasanya tidak langsung disuruh pulang ketika tes ini selesai, tetapi harus menunggu sampai efek dari anestesi menghilang kurang lebih satu atau dua jam. Hampir tidak ada resioko akibat tes ini. Komplikasi yang sering terjadi adalah rasa tidak nyaman pada tenggorokan akibat menelan endoskop.
e.  Rontgen saluran cerna bagian atas
    Tes ini akan melihat adanya tanda-tanda gastritis atau penyakit pencernaan lainnya. Biasanya akan diminta menelan cairan barium terlebih dahulu sebelum dirontgen. Cairan ini akan melapisi saluran cerna dan akan terlihat lebih jelas ketika di rontgen.
f. Analisis Lambung
    Tes ini untuk mengetahui sekresi asam dan merupakan tekhnik penting untuk menegakkan diagnosis penyakit lambung. Suatu tabung nasogastrik dimasukkan ke dalam lambung dan dilakukan aspirasi isi lambung puasa untuk dianalisis. Analisis basal mengukur BAO( basal acid output) tanpa perangsangan. Uji ini bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sindrom Zolinger- Elison(suatu tumor pankreas yang menyekresi gastrin dalam jumlah besar yang selanjutnya akan menyebabkan asiditas nyat
g. Analisis stimulasi
    Dapat dilakukan dengan mengukur pengeluaran asam maksimal (MAO, maximum acid output) setelah pemberian obat yang merangsang sekresi asam seperti histamin atau pentagastrin. Tes ini untuk mengetahui teradinya aklorhidria atau tidak.
4. Psikososial
            Meliputi perasaan pasien terhadap penyakitnya, bagaimana cara mengatasinya serta bagaimana perilaku pasien terhadap tindakan yang dilakukan terhadap dirinya, kecemasan terhadap penyakit.
B.   Diagnosa keperawatan
1.     gangguan keseimbangan volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat,  muntah.
2.    Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, anorexia.
3.    Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan inflamasi mukosa   lambung.
4.    Keterbatasan aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
5.    Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi.
C. Rencana Intervensi
Diagnosa  Keperawatan  1  :
   
Tujuan  :
Resti gangguan keseimbangan cairan tidak terjadi.

Kriteria Hasil :
    Membran mukosa lembab, turgor kulit baik, elektrolit kembali normal, pengisian kapiler berwarna merah muda, tanda vital stabil, input dan  output  seimbang.

Intervensi :
    Kaji tanda dan gejala dehidrasi, observasi TTV, ukur intake dan out anjurkan klien untuk minum ± 1500-2500ml, observasi kulit dan membran mukosa, kolaborasi dengan dokter dalam pemberian cairan infus.

Diagnosa Keperawatan  2 :

Tujuan
Gangguan   nutrisi   teratasi.

Kriteria   Hasil  :
    Berat badan stabil, nilai laboratorium Albumin normal, tidak mual dan muntah BB dalam batas normal, bising usus normal.

Intervensi  :
    Kaji intake makanan, timbang BB secara teratur, berikan perawatan oral secara teratur, anjurkan klien makan sedikit tapi sering, berikan makanan dalam keadaan hangat, auskultasi bising usus, kaji makanan yang disukai, awasi pemeriksaan laboratorium misalnya : Hb, Ht, Albumin.

Diagnosa  Keperawatan 3  :

Tujuan :
Nyeri   dapat   berkurang/hilang.

Kriteria  Hasil  :
    Nyeri hilang/terkontrol, tampak rileks dan mampu tidur/istirahat, skala  nyeri  menunjukkan  angka  0.

Intervensi  :
    Kaji skala nyeri dan lokasi nyeri, observasi TTV, berikan lingkungan yang tenang dan nyaman, anjurkan tekhnik relaksasi dengan nafas dalam, lakukan kolaborasi dalam pemberian obat sesuai dengan indikasi untuk mengurangi  nyeri.

Diagnosa  Keperawatan  4 :

Tujuan  :
Keterbatasan  aktifitas  teratasi.

Kriteria  Hasil  :
K/u baik, klien tidak dibantu oleh keluarga dalam beraktifitas.

Intervensi  :
    Tingkatkan tirah baring atau duduk, berikan lingkungan yang tenang dan nyaman, batasi pengunjung, dorong penggunaan tekhnik relaksasi, kaji nyeri tekan pada gaster, berikan obat sesuai dengan indikasi.

Diagnosa   Keperawatan  5  :

Tujuan  :
Kurang  pengetahuan  teratasi.

Kriteria  Hasil  :
Klien dapat menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, perawatan,   pencegahan  dan  pengobatan.

Intervensi  :
Kaji tingkat pengetahuan klien, beri pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang penyakit, beri kesempatan klien atau keluarga untuk bertanya, beritahu tentang pentingnya obat-obatan untuk kesembuhan klien.

D.  Evaluasi
Evaluasi pada klien dengan Gastrtitis, yaitu :
1.    Keseimbangan cairan dan elektrolit teratasi
2.    Kebutuhan nutrisi teratasi
3.    Gangguan rasa nyeri berkurang
4.    Klien dapat melakukan aktifitas
5.    Pengetahuan klien bertambah.

Contoh Askep ERITRODERMA

http://asmanurs3.blogspot.co.id/ERITRODERMA
  
A. DEFINISI
•    Eritroderma ( dermatitis eksfoliativa ) adalah kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema seluruh / hampir seluruh tubuh , biasanya disertai skuama ( Arief Mansjoer , 2000 : 121 ).
•    Eritroderma merupakan inflamasi kulit yang berupa eritema yang terdapat hampir atau di seluruh tubuh ( www. medicastore . com ).
•    Dermatitis eksfoliata generalisata adalah suatu kelainan peradangan yang ditandai dengan eritema dan skuam yang hampir mengenai seluruh tubuh ( Marwali Harahap , 2000 : 28 )
•    Dermatitis eksfoliata merupakan keadaan serius yang ditandai oleh inflamasi yang progesif dimana eritema dan pembentukan skuam terjadi dengan distribusi yang kurang lebih menyeluruh ( Brunner & Suddarth vol 3 , 2002 : 1878 ).

B. ETIOLOGI
Berdasarkan penyebabnya , penyakit ini dapat dibagikan dalam 2 kelompok :
1.    Eritrodarma eksfoliativa primer
Penyebabnya tidak diketahui. Termasuk dalam golongan ini eritroderma iksioformis konginetalis dan eritroderma eksfoliativa neonatorum(5–0 % ).

2.    Eritroderma eksfoliativa sekunder
a.    Akibat penggunaan obat secara sistemik yaitu penicillin dan derivatnya , sulfonamide , analgetik / antipiretik dan ttetrasiklin.
b.    Meluasnya dermatosis ke seluruh tubuh , dapat terjadi pada liken planus , psoriasis , pitiriasis rubra pilaris , pemflagus foliaseus , dermatitis seboroik dan dermatitis atopik.
c.    Penyakit sistemik seperti Limfoblastoma.
( Arief Mansjoer , 2000 : 121 : Rusepno Hasan 2005 : 239 )

C. ANATOMI
Kulit mepunyai tiga lapisan utama : Epidermis , Dermis dan Jaringan sub kutis. Epidermis ( lapisan luar ) tersusun dari beberapa lapisan tipis yang mengalami tahap diferensiasi pematangan.
Kulit ini melapisi dan melindungi organ di bawahnya terhadap kehilangan air , cedera mekanik atau kimia dan mencegah masuknya mikroorganisme penyebab penyakit. Lapisan paling dalam epidermis membentuk sel – sel baru yang bermigrasi kearah permukaan luar kulit. Epidermis terdalam juga menutup luka dan mengembalikan integritas kulit sel – sel khusus yang disebut melanosit dapat ditemukan dalam epidermis. Mereka memproduksi melanin , pigmen gelap kulit. Orang berkulit lebih gelap mempunyai lebih banyak melanosit aktif.

Epidermis terdiri dari 5 lapisan yaitu :
a.    Stratum Korneum
Selnya sudah mati , tidak mempunyai intisel , intiselnya sudah mati dan mengandung zat keratin.
b.    Stratum lusidum
Selnya pipih , bedanya dengan stratum granulosum ialah sel – sel sudah banyak yang kehilangan inti dan butir – butir sel telah menjadi jernih sekali dan tembus sinar.
Lapisan ini hanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki.
c.    Stratum Granulosum
Stratum ini terdiri dari sel – sel pipih. Dalam sitoplasma  terdapat butir–butir yang disebut keratohialin yang merupakan fase dalam pembentukan keratin.
d.    Stratum Spinosum / Stratum Akantosum
Lapisan yang paling tebal.
e.    Stratum Basal / Germinativum
Stratum germinativum menggantikan sel – sel yang diatasnya dan merupakan sel – sel induk.
Dermis terdiri dari 2 lapisan :
a.    Bagian atas , papilaris ( stratum papilaris )
b.    Bagian bawah , retikularis ( stratum retikularis )
Kedua jaringan tersebut terdiri dari jaringan ikat lonngar yang tersusun dari serabut – serabut kolagen , serabut elastis dan serabut retikulus
Serabut kolagen untuk memberikan kekuatan pada kulit. Serabut elastis memberikan kelenturan pada kulit.
Retikulus terdapat terutama di sekitar kelenjar dan folikel rambut dan memberikan kekuatan pada alat tersebut.
Subkutis
Terdiri dari kumpulan – kumpulan sel – sel lemak dan diantara gerombolan ini berjalan serabut – serabut jaringan ikat dermis.
Fungsi kulit :
- Proteksi             - Pengatur suhu
- Absorbsi            - Pembentukan pigmen
- Eksresi        - Keratinisasi
- Sensasi                - Pembentukan vit D
( Syaifuddin , 1997 : 141 – 142 )

D. PATOFISIOLOGI
Pada dermatitis eksfoliatif terjadi pelepasan stratum korneum ( lapisan kulit yang paling luar ) yang mencolok yang menyebabkan kebocoran kapiler , hipoproteinemia dan keseimbangan nitrogen yang negatif . Karena dilatasi pembuluh darah kulit yang luas , sejumlah besar panas akan hilang jadi dermatitis eksfoliatifa memberikan efek yang nyata pada keseluruh tubuh.
Pada eritroderma terjadi eritema dan skuama ( pelepasan lapisan tanduk dari permukaan kult sel – sel dalam lapisan basal kulit membagi diri terlalu cepat dan sel – sel yang baru terbentuk bergerak lebih cepat ke permukaan kulit sehingga tampak sebagai sisik / plak jaringan epidermis yang profus.
Mekanisme terjadinya alergi obat seperti terjadi secara non imunologik dan imunologik ( alergik ) , tetapi sebagian besar merupakan reaksi imunologik. Pada mekanismee imunologik, alergi obat terjadi pada pemberian obat kepada pasien yang sudah tersensitasi dengan obat tersebut. Obat dengan berat molekul yang rendah awalnya berperan sebagai antigen yang tidak lengkap ( hapten ). Obat / metaboliknya yang berupa hapten ini harus berkojugasi dahulu dengan protein misalnya jaringan , serum / protein dari membran sel untuk membentuk antigen obat dengan berat molekul yang tinggi dapat berfungsi langsung sebagai antigen lengkap.
( Brunner & Suddarth vol 3 , 2002 : 1878 )

E. PATHWAY  

F. MANIFESTASSI KLINIS
•    Eritroderma akibat alergi obat , biasanya secara sistemik. Biasanya timbul secara akut dalam waktu 10 hari. Lesi awal berupa eritema menyeluruh , sedangkan skuama baru muncul saat penyembuhan.
•    Eritroderma akibat perluasan penyakit kulit yang tersering addalah psoriasis dan dermatitis seboroik pada bayi ( Penyakit Leiner ).
–    Eritroderma karena psoriasis
Ditemukan eritema yang tidak merata. Pada tempat predileksi psoriasis dapat ditemukan kelainan yang lebih eritematosa dan agak meninngi daripada sekitarnya dengan skuama yang lebih kebal. Dapat ditemukan pitting nail.
–    Penyakit leiner ( eritroderma deskuamativum )
Usia pasien antara 4 -20 minggu keadaan umum baik biasanya tanpa keluhan. Kelainan kulit berupa eritama seluruh tubuh disertai skuama kasar.
–    Eritroderma akibat penyakit sistemik , termasuk keganasan. Dapat ditemukan adanya penyakit pada alat dalam , infeksi dalam dan infeksi fokal. ( Arif Masjoor , 2000 : 121 )

G. KOMPLIKASI
Komplikasi eritroderma eksfoliativa sekunder :
- Abses             - Limfadenopati
- Furunkulosis        - Hepatomegali
- Konjungtivitis        - Rinitis
- Stomatitis             - Kolitis
- Bronkitis
( Ruseppo Hasan , 2005 : 239 : Marwali Harhap , 2000 , 28 )

H. PENGKAJIAN FOKUS
Pengkajian keperawatan yang berkelanjutan dilaksanakan untuk mendeteksi infeksi. Kulit yang mengalami disrupsi , eritamatosus serta basah amat rentan terhadap infeksi dan dapat menjadi tempat kolonisasi mikroorganisme pathogen yang akan memperberat inflamasi antibiotik , yang diresepkan dokter jika terdapat infeksi , dipilih berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas.

I.    BIODATA
a.    Jenis Kelamin
Biasnya laki – lak 2 -3 kali lebih banyak dari perempuan.
b.    Riwayat Kesehatan
–    Riwayat penyakit dahulu ( RPM )
Meluasnya dermatosis keseluruh tubuh dapat terjadi pada klien planus , psoriasis , pitiasis rubra pilaris , pemfigus foliaseus , dermatitis. Seboroik dan dermatosiss atopik , limfoblastoma.
–    Riwayat Penyakit Sekarang
Mengigil panas , lemah , toksisitas berat dan pembentukan skuama  kulit.

c.    Pola Fungsi Gordon
1.    Pola Nutrisi dan metabolisme
Terjadinya kebocoran kapiler , hipoproteinemia dan keseimbangan nitrogen yang negative mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh pasien ( dehidrasi ).
2.    Pola persepsi dan konsep diri
–    Konsep diri
Adanya eritema ,pengelupasan kulit , sisik halus berupa kepingan / lembaran zat tanduk yang besr – besar seperti keras selafon , pembentukan skuama sehingga mengganggu harga diri.
3.    Pemeriksaan fisik
a. KU : lemah
b. TTV : suhu naik atau turun.
c. Kepala
Bila kulit kepala sudah terkena dapat terjadi alopesia.
d. Mulut
Dapat juga mengenai membrane mukosa terutama yang disebabkan oleh obat.
e. Abdomen
Adanya limfadenopati dan hepatomegali.
f. Ekstremitas
Perubahan kuku dan kuku dapat lepas.
g. Kulit
Kulit periorbital mengalami inflamasi dan edema sehingga terjadi ekstropion pada keadaan kronis dapat terjadi gangguan pigmentasi. Adanya eritema , pengelupasan kulit , sisik halus dan skuama.
( Marwali Harahap , 2000 : 28 – 29 : Rusepno Hasan , 2005 : 239 , Brunner & Suddarth , 2002 : 1878 ).

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN FOKUS INTERVENSI
1.   Gangguan integritas kulit bd lesi dan respon peradangan
Kriteria hasil : - menunjukkan peningkatan integritas kulit
             - menghindari cidera kulit
Intervensi
a.    kaji keadaaan kulit secara umum
b.    anjurkan pasien untuk tidak mencubit atau menggaruk daerah kulit
c.    pertahankan kelembaban kulit
d.    kurangi pembentukan sisik dengan pemberian bath oil
e.    motivasi pasien untuk memakan nutrisi TKTP
 2. Gangguan rasa nyaman : gatal bd adanya bakteri / virus di         kulit
Tujuan : setelah dilakuakn asuhan keperawatan diharapkan tidak terjadi luka pada kulit karena gatal
            Kriteria hasil : - tidak terjadi lecet di kulit
-    pasien berkurang gatalnya
        Intervensi
a.    beritahu pasien untuk tidak meggaruk saat gatal
b.    mandikan seluruh badan pasien ddengan Nacl
c.    oleskan badan pasien dengan minyak dan salep setelah pakai Nacl
d.    jaga kebersihan kulit pasien
e.    kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat pengurang rasa gatal
     3. Resti infeksi bd hipoproteinemia
Tujuan : setalah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan       tidak terjadi infeksi
    Kriteria hasil : - tidak ada tanda – tanda infeksi
                      ( rubor , kalor , dolor , fungsio laesa )
                                 - tidak timbul luka baru
Intervensi  
a.    monitor TTV
b.    kaji tanda – tanda infeksi
c.    motivasi pasien untuk meningkatkan nutrisi TKTP
d.    jaga kebersihan luka
e.    kolaborasi pemberian antibiotik

DAFTAR PUSTAKA

-    Brunner 7 Suddarth vol 3 , 2002. KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH, Jakarta : EGG
-    Doenges  M E. 1999. Rencana asuhan Keperawatan untuk perencanaan dan dokumentasi perawatan pasien edisi 3 , Jakarta : EGC
-    Harahap Marwali 2000 , Ilmu Penyakit Kulit , Jakarta : Hipokrates
-    Hasan Rusepno 2005 , Ilmu Keperawatan Anak , Jakarta : FKUI
-    Mansjoer , Arief , 2000 , Kapita Selekta Kedokteran , Jakarta : EGC
-    Syaifudin , 1997 , anatomi Fisiologi , Jakarta : EGC

Sunday, 15 November 2015

10 Manfaat Air Putih Untuk Kesehatan

http://asmanurs3.blogspot.co.id/Assalamu'alaikum. Kawan air putih sangatlah penting sekali untuk tubuh kita, karena banyak manfaat yang terkandung didalamnya untuk kesehatan tubuh kita, tubuh kita merupakan kantong-kantong air yang butuh diisi ulang, minimal dalam sehari kita butuh setidaknya 2,5-3 L air putih dalam sehari, dengan meminum air putih, maka ion tubuh kita yang hilang akan bisa digantikan lagi untuk menyokong tubuh kita, akan tetapi banyak yang tidak sadar akan manfaat air putih untuk tubuh, terutama orang yang bekerja didepan komputer seperti para bloggers, mereka berlama-lama didepan komputer, dan tidak terasa sudah berjam-jam berlalu dilewati tanpa minum air putih sedikitpun, yang bila ini dilakukan terus-menerus akan berakibat fatal terhadap ginjal kita, maka itu sangat pentingnya minum air putih, nah inilah 10 manfaat air putih untuk kesehatan, selamat membaca.
1. Air Putih Untuk Kesehatan Jantung
Dengan meminum air putih, maka kesehatan jantung kita akan terjaga, pasti (insya Allah) akan mengurangi dari sakit jantung, seperti jantung koroner, stroke, Hipertensi, Serangan jantung, Gagal jantung, Penyakit klep jantung, dan juga Pericarditis, karena air putih yang kita minum mudah diserap masuk ke dalam aliran darah kita, hal ini bisa menurunkan ketebalan pembuluh darah pada jaringan pembulu darah kita, jadi untuk mendapat resiko terkena serangan jantung yang dipicu oleh pembekuan darah pun akan berkurang.
2. Air Putih Untuk Memperlancar saluran pencernaan
Dengan meminum air putih, maka saluran pencernaan tubuh kita akan jauh lebih baik, karena air putih akan membantu segala pembuangan racun yang dihasilkan oleh metabolisme tubuh jadi lebih lancar, dan bila pembuangannya lancar ini akan membantu menjaga kita untuk tetap sehat, karena bila tidak terbuang dengan lancar maka bisa saja akan mudah terjangkit penyakit, seperti sembelit, ataupun maag.
3. Air Putih Untuk Menjaga Kecantikan
Dengan meminum air putih ternyata bisa menjaga kecantikan seorang wanita, karena bila kita kurang minum air putih maka bisa mengakibatkan kekeringan pada kulit dan juga akan mengalami kekerutan pada kulit, wah apa jadinya bila kulit kamu kering, bisa menjadi wanita muda cap nenek-nenek, maka itu bila kamu ternyata tergolong yang jarang minum, mulai sekarang jadikanlah air putih sebagai teman kita, dan juga jangan lupa untuk membersihkan muka minimal sehari dua kali, ketika bangun dan sebelum tidur ya.
4. Air Putih Untuk Melangsingkan badan
Air putih juga mempunyai manfaat untuk melangsingkan atau menguruskan tubuh kita, karena air putih yang kita minum mampu mengeluarkan kotoran-kotoran di dalam tubuh yang akan keluar lewat air seni. dan juga meminum air hangat sebelum makan untuk kamu yang mau melangsingkan tubuh (yang mau gemukin badan jangan dicoba), bisa menekan nafsu makan, dan otomatis kamu akan cepat kenyang, terlebih lagi air putih tidaklah mengandung kalori, gula, atau lemak, dan menurut Brenda day melakukan diet selama 12 minggu dengan minum air putih sebelum makan, tiga kali sehari dapat mengurangi berat sekitar lima pound atau sekitar 2,3 kg.
5. Air Putih Untuk Kesuburan
Untuk kamu yang baru menikah, yang sudah lama menikah juga tidak apa-apa, apa lagi yang mau menikah, nah bila kamu ingin meningkatkan produksi hormon testosteron (pada pria) serta hormon estrogen (pada wanita), maka air putih akan sangat membantu untuk meningkatkan hormon-hormon tersebut, jadi rutinkan minum air putih.
6. Air Putih Untuk Ginjal
Air putih dapat membantu melancarkan metabolisme dalam tubuh dengan cara mengubah makanan menjadi energi. Air berperan sebagai bahan bakar untuk mendorong reaksi kimia metabolisme. Jika kamu tidak minum cukup air, maka tubuh tidak dapat membakar kalori secara baik. Karena bila kamu kurang meminum air yang cukup, ini akan membuat tubuh mengambil air dari zat yang lebih mirip air yaitu darah. Bila kandungan air dalam darahnya diambil maka darah akan menjadi kental, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh jadi terganggu.
Dan bila ini terjadi (mengentalnya darah) maka akan membuat kinerja ginjal akan lebih berat untuk menyaring racun dalam darah yang sudah mengental. Dan efek yang bisa terjadi bila sudah buruknya kinerja ginjal, maka ginjal akan mengalami gagal ginjal.
7. Air Putih Untuk Kebugaran
Dengan meminum air putih, maka akan membuat badan ini jadi lebih bugar dan bersemangat, sudah kita ketahui bahwa tubuh kita merupakan kantong-kantong air, dan bila kantong-kantong air ini berkurang maka akan mengakibatkan turunnya kebugaran dan semangat kita untuk beraktifitas, air dalam tubuh akan terus berkurang, dan akan jauh lebih berkurang saat kita beraktifitas, maka itu minumlah kurang lebih 2,5 liter air dalam sehari, seperti minum ketika bangun tidur, tapi ingat jangan sekali-kali kitika bangun langsung minum, bahkan 1 liter langsung diminum ketika itu juga, ini bukannya sehat malah akan memperburuk kinerja ginjal, dan yang sangat dikawatirkan, ginjal bisa rusak, maka minumlah setelah sedikit beraktifitas, seperti buang air terlebih dahulu, wudhu, atau yang lainnya, baru kemudian minum segelas air, yang kemudian ditambah sedikit demi sedikit.
Dan bagi kamu yang habis berhubungan, kamu bisa minum air putih untuk mengembalikan kebugaran tubuh, dan bagi orang islam, nabi muhammad -shallahu 'alaihi wa sallam- telah mengajarkan untuk mandi janabah (junub) selepas berhubungan, dan memang dengan mandi selepas berhubungan bisa membuat badan menjadi segar kembali.
8. Air Putih Untuk Efek Relaksasi
Air ternyata punya efek relaksasi untuk tubuh kita, ini bisa kamu dapatkan bila kamu mandi dengan shower atau pun dibawah atau disekitar air mancur karena efek percikan itu akan menghasilkan khasiat ion-ion negatif. yang Ion-ion negatif yang muncul karena butiran-butiran air yang berbenturan pada tubuh bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, dan juga akan membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif pada aliran darah akan memudahkan pengiriman oksigen ke dalam sel-sel dan jaringan tubuh.
9. Air Putih Untuk Menggurangi Ketegangan Otot
Nah bila kamu yang habis pulang kerja atau yang habis berolah raga kemudian otot-ototnya pada tegang, dan kamu ingin mengurangi ketengan otot, kamu bisa gunakan air hangat dengan ditambah garam secukupnya, kemudian mandi dengan air hangat yang telah dicampur garam, insya Allah bisa menggurangi ketegangan pada otot-otot kamu.
10. Air Putih Untuk Ibu Hamil
Pada waktu seorang wanita hamil, maka volume darah di dalam tubuh akan berlipat ganda dan pada waktu usia kehamilan mencapai delapan minggu maka pembuluh darah wanita hamil menipis. maka, air akan sangat membantu mencegah terjadi hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Dan juga efek hormon kehamilan pada wanita hamil akan banyak menguras banyak air dalam tubuh, maka disinilah pentingnya minum air bagi wanita hamil, dan minum airpun bisa mencegah bayi lahir secara prematur.

Lama tak jumpa menyapa kalian. . . . .

Sumber :  Gudang-Semua-Ilmu

Cara Mencegah Rambut Rontok

Foto Handy Modric.Cegah Kerontokan Rambut Dengan Selalu Mengkonsumsi 3 Makanan Ini :
1.Ikan:Mengandung asam lemak omega 3 Yang tinggi,zat ini yg menjadikan ikan sebagai makanan terbaik utk mencegah rambut rontok.
2.Sayuran berdaun hijau seperti bayam kaya akan vitamin,mineral d zat antioksidan.dgn mengkonsusi sec teratur dpt menjadikan akar rambut anda kuat d terbebas dari kerontokan.
3.Wortel:Mengandung zat beta karoten yg memancing produksi Vit.A didalam tubuh yg membantu memproduksi minyak sehat utk Rambut.Kekurangan Vit.A dapat menyebabkan penipisan rambut.